Perbedaan Beras Hitam, Merah, Coklat dan Putih

Banyak perdebatan yang mengatakan nasi putih mempunyai senyawa kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Sedangkan, nasi merupakan makanan yang paling utama bagi masyarakat di Indonesia. Dengan adanya isu tersebut, produsen makanan mulai melihat peluang dan memproduksi beras organik kepada publik atau pasar. Ada beberapa jenis beras organik, yaitu beras hitam, coklat, merah, dan putih.

Beras Hitam

Bentuk visual secara kilas terlihat seperti ketan hitam. Pada kenyataannya, mereka berbeda. Ketika beras hitam dimasak, beras ini akan berubah warna menjadi ungu. Hal ini dikarenakan anthocyanin, phytochemical, dan tocols.Phytochemicalmemiliki antioksidan positif. Anthocyanin adalah zat warna yang terkandung pada beberapa buah, sepertiblackberries,blueberries, and cherries. Anthocyanin mengandung antikoksidan yang alami dan anti–inflammatory  yang terkait untuk menurunkan kolesterol dan cocok untuk penderita Kanker, penderita diabetes dan penderita penyakit jantung. Selain itu, beras ini kaya akan serat dan mengandung  fitonutrien, vitamin E, protein, dan zat besi yang baik untuk hati, lambung dan juga jantung. Tentu saja, beras hitam memiliki kadar gula yang rendah. “Sesendok beras  memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar daripada sesendok blueberry. Kandungan gulanya sedikit, namun lebih banyak serat, vitamin E dan antioksidan,” kata Zhimin Zu, Profesor dari Louisiana and State University, Amerika.

Beras Merah

Beras merah merupakan varietas beras khusus yang mengandung anthocyanin, sebentuk zat yang mwnghasilkan warna merah pada beras. Meski memberikan warna unik pada beras, namun anthocyanin ini  mengandung serat yang terlalu sulit di cerna. Mengonsumsi beras merah  dalam jangka panjang bahkan dapat merusak lambung.

Beras Coklat

Beras coklat merupakan beras yang hanya melakukan poses penggilingan  hanya sekali atau setengah penggilian. Proses yang dilakukan hanya membuang lapisan paling luar dari beras dan hasilnya adalah beras coklat atau brown rice. Beras coklat mengandung selenium yang cocok untuk penderita penyakit kanker, jantung, dan radang sendi. Selain itu, beras ini mengandung kaya akan manganese, fiber, dan antioksidan. Manganese bermanfaat untuk saraf dan sistem reproduktif. Beras ini menghasilkan minyak alami yang dapat memberikan manfaat sebagai lemak sehat yang membantu menormalkan tingkat kolesterol.

 

Beras Putih

Beras putih adalah beras yang didapatkan dari proses penggilingan dari beras mentah yang telah dibuang lapisan luarnya, sehinggan mendapatkan beras yang baik dan halus. Karena adanya proses penggilingan berulang kali, zat dan nutrisi yang terdapat pada beras hilang. Nutrisi yang terdapat pada beras ini sama dengan beras coklat, kecuali magnesium.