Kenapa Harus Beras Organik?

Kesehatan merupakan hal yang penting bagi manusia. Hal ini dimulai dengan memerhatikan dari makanan yang dikonsumsi. Salah satunya mengganti beras putih biasa dengan beras organik. Beras organik adalah beras yang dihasilkan melalui proses organis yang ditanam di tanah yang ramah lingkungan dan tidak menggunakan pestisida kimia.

Dalam memproduksi beras organik, petani organik menggunakan bibit non-GMO (genetically modified organisms) yang berkualitas tinggi. GMO (Genetic Modified Organism) atau biasa disebut dengan produk rekayasa genetika adalah organisme yang  telah mengalami perubahan pada DNA-nya dengan menggunakan suatu teknologi yang disebut dengan bioteknologi modern atau penggunaan bibit yang diulang dan ditanam lagi yang menghasilkan generasi baru sehingga menghasilkan suatu organisme atau produk yang berbeda dengan produk alamiahnya.  Proses produksi beras organik diikuti dengan penggunaan langkah-langkah alami dalam pemupukan untuk menjaga kualitas tanah serta meminimalkan dampak hama dan gulma tanpa menggunakan herbisida dan pestisida kimia.

Beras organik memiliki kandungan glukosa rendah dan serat pangan serta serat larut yang tinggi sehingga tahan lebih lama di dalam lambung, meningkatkan kontrol metabolik dan melancarkan metabolisme serta memperbaiki sistem organ tubuh. Oleh karena itu,  beras organik sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus (kencing manis), penderita autis, serta dapat dikonsumsi oleh mereka yang tengah menjalani program diet.

Selain itu, kandungan vitamin B yang terdapat pada beras mampu membuat vitalitas tubuh lebih baik dan lebih sehat. Nasi yang diolah dari beras organik dapat bertahan selama 2 – 3  hari (48 – 72 jam)  tanpa perlu penyimpanan di dalam lemari pendingin. Beras organik memiliki beberapa jenis, yaitu beras hitam, merah, coklat, dan putih. Perbedaan dari beberapa beras tersebut adalah nutrisi yang dikandung oleh beras. Beras putih organik memiliki mineral dan nutrisi yang tinggi. Beras hitam memiliki kandungan antioksidan. Beras merah memiliki magnesium dan fiber yang baik bagi tubuh. Beras coklat memiliki mengandung karbohidrat, serat, vitamin B kompleks, fosfor, selenium, mangan,  dan kalium.

Sedangkan beras non-organik memiliki kelemahan, yaitu pemakaian pestisida kimia. Hal ini dapat menyebabkan kanker, gangguan kandungan, dan kerusakan hati dikarenakan kandungan residu pestida pada beras.