Beras Coklat Cegah Diabetes

Sebuah penelitian yang dilakukan di Harvard School of Public Health (HSPH) pada 2010 silam menemukan bahwa makan lima atau lebih porsi nasi putih per minggu dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Sebaliknya, mengonsumsi dua atau lebih porsi beras coklat per minggu dikaitkan dengan rendahnya risiko penyakit tersebut. Para peneliti memperkirakan bahwa mengganti 50 gram nasi putih (hanya sepertiga dari porsi harian) dengan jumlah yang sama dari nasi coklat akan menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 16%. Penggantian yang sama dengan biji-bijian lain, seperti gandum dan barley, dikaitkan dengan penurunan risiko 36%.

Dipublikasikan secara online si situs jurnal Archive of Internal Medicine, ini merupakan studi pertama yang secara khusus meneliti beras putih dan beras coklat dalam kaitannya dengan risiko diabetes di kalangan orang Amerika. Itu karena trend mengonsumsi yang meningkat cukup signifikan selama beberapa tahun belakangan.

Dibandingkan beras putih, beras coklat lebih unggul akan kandungan serat, mineral, vitamin, dan fitokimia, tidak menghasilkan peningkatan kadar gula darah setelah makan. Penggilingan dan pemolesan beras coklat menghilangkan sebagian vitamin dan mineral. Selain itu, proses penggilingan menghilangkan sebagian besar serat yang membantu mencegah diabetes dengan memperlambat peningkatan  gula (glukosa) ke dalam aliran darah.

Asosiasi Diabetes Amerika bahkan merekomendasikan beras coklat menjadi bagian dalam pola makan penderita diabetes.  Indeks glycemic yang rendah pada beras coklat membantu mengurangi lonjakan insulin sekaligus menstabilkan tingkat gula darah dalam tubuh. Dibandingkan beras putih, beras coklat memiliki kandungan asam phytic, serat, dan polifenol esensial yang lebih banyak. Karbohidrat kompleks yang dimiliki oleh beras coklat juga memiliki kemampuan membantu memperlambat pelepasan gula.